Nusaputra.ac.id – Volunteer Tanggap Bencana (VTB) Universitas Nusa Putra (NPU) Sukabumi merupakan Unit Kegiatan Kampus (UKK) yang aktif membantu korban bencana alam di berbagai tempat di Jawa Barat, Banten dan Jabodetabek.

“Fokus utama VTB membantu korban bencana, dengan cara terjun langsung ke lokasi bencana,” kata Ketua VTB, Utis, Senin (3/2/2020).

Menurut Utis, setiap ada bencana, VTB selalu berusaha terjun langsung ke lokasi untuk bergabung dengan pemerintah dan elemen relawan lainnya membantu para korban. Karena itu, di beberapa kejadian bencana baik skala besar maupun kecil, VTB bisa hadir menjadi salah satu komponen relawan.

“Alhamdulillah, kami pernah ikut aksi penanganan longsor di Cisolok, Kabupaten Sukabumi tahun 2019 lalu serta kebakaran di daerah Jampang dan beberapa kejadiannya lainnya. Terakhir, kami juga ikut penanggulangan bencana banjir Jabodetabek dan Banten, kami bertugas di daerah Bekasi,” tutur Utis.

Anggota VTB bersama relawan dari elemen lain di depan posko penanganan bencana banjir Jabodetabek dan Banten.//FOTO: ISTIMEWA.

Namun, tidak jarang karena kendala dan keterbatasannya, Utis dan timnya tidak dapat terjun langsung ke lapangan. Sebagai gantinya, kata Utis, VTB bersama elemen mahasiswa Universitas Nusa Putra lainnya, selalu melakukan aksi penggalangan dana kepada para mahasiswa dan dosen di kampus Nusa Putra dan di jalan raya.

“Hasilnya kami salurkan kepada korban setelah berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD),” ujarnya.

Lebih lanjut dikatakan Utis, terjun ke lokasi bencana merupakan implementasi dari tujuan dibentuknya VTB, yaitu menolong orang yang terkena musibah. Selain itu, cara itu merupakan metode dalam proses perkaderan anggota baru VTB.

Setiap anggota VTB, lanjut dia, harus merasakan pengalaman penanganan bencana secara langsung di lapangan. “Mental dan kesiapsiagan setiap anggota VTB harus dilatih dalam kondisi sebenarnya, bukan hanya teori,” imbuh Utis.

Karena itu ia mengungkapkan, setiap anggota VTB wajib memiliki mental dan kesiapsiagaan yang berbeda ketika mengetahui ada bencana. Hal tersebut, menurut mahasiswa Teknik Elektro ini, karena VTB lahir sebagai jawaban dari keresahan mahasiswa ketika melihat bencana.

“VTB dibentuk pada tanggal 26 Oktober 2016 lalu, oleh senior-senior kami, saat itu banyak terjadi bencana, mereka ingin sekali membantu para korban, maka dibentuklah VTB,” ucapnya.

Saat ini, VTB memiliki 37 orang anggota aktif, secara bergiliran mereka diterjunkan ke lokasi ketika ada bencana. Selain itu, mereka juga terus mendapat peningkatan kemampuan mitigasi dan penanganan bencana melalui pelatihan atau seminar.

Setiap tahun, pengurus VTB membuka rekruitmen anggota baru di kampus, kegiatannya diawali dengan sosialisasi untuk memberikan informasi mengenai tujuan adanya VTB dan ruang lingkup kegiatannya. Tak jarang, mereka juga langsung memberikan pelatihan mengenai bantuan hidup dasar kepada para mahasiswa.

“Proses seleksinya tidak rumit, mereka yang berminat akan mengikuti beberapa kegiatan di luar kampus, kami berikan beberapa tantangan berdasarkan metode tertentu. Nah, yang lulus kami lantik jadi anggota VTB,” ujar mahasiswa semester empat ini.

VTB menurut Utis, akan terus berusaha hadir menjadi komponen mitigasi dan penanggulangan bencana dilapangan. Karena itu, Utis akan terus melakukan perkaderan anggota VTB.

“Sebagai mahasiswa, saya dan pengurus lainnya ada lulusnya, tapi semangat mahasiswa untuk membantu orang yang terkena musibah karena bencana harus tetap dijaga oleh VTB. Karena itu, perkaderan adalah sebuah keniscayaan yang harus terus dilakukan,” pungkasnya.

Comments are closed.