Melawan Mitos, Female Engineers Nusa Putra Adakan Acara Bersahabat Dengan Ular

Ular bisa jadi salah satu hewan yang paling salah dimengerti manusia. Lantaran ada banyak mitos menyeramkan serta penggambaran negatif tentang ular di banyak cerita fiksi atau mitos. Hewan jenis reptil ini juga dianggap hewan berbahaya yang agresif menyerang manusia.

Karena banyak anggapan yang salah tersebut, Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Female Engineers Nusa Putra, Universitas Nusa Putra (NPU) Sukabumi mengadakan acara “Bersahabat dengan Ular” di area kantin Kampus NPU Sukabumi, Senin (7/10/2019).

Menurut penanggungjawab acara “Bersahabat dengan Ular”, Putri Oktaviani, selain diburu karena ditakuti, saat ini ular juga diburu manusia untuk berbagai keperluan. Jumlahnya di alam liar, saat ini disinyalir semakin berkurang.

“Padahal sebetulnya ularlah yang takut manusia. Ular hanya menggigit ketika merasa terancam atau tersakiti,” ujar Putri yang juga Ketua UKM Female Engineers Nusa Putra, Senin (7/10/2019).

Lebih lanjut dijelaskan Putri, acara “Bersahabat dengan Ular” sendiri diadakan karena mahasiswa teknik umumnya akan bekerja di lapangan. “Sekaligus juga melatih mental supaya bisa menghadapi sesuatu secara rasional, bukan berdasarkan mitos. Ini akan sangat berguna di dunia kerja nanti, siap menghadapi apapun,” lanjutnya.

Lewat kegiatan tersebut, mahasiswa jurusan teknik dan mahasiswa jurusan lain yang hadir di acara mendapatkan edukasi mengenai cara-cara menghadapi ular. “Setidaknya kita tidak parno duluan waktu ngeliat ular,” ujar mahasiswi Teknik Elektro ini.

Selain edukasi menghadapi ular dan pameran ular dari beberapa spesies, panitia acara juga memberikan edukasi penanganan ketika digitit ular serta terapi bagi yang takut dengan ular. “Kami juga edukasi mengenai beberapa anggapan yang salah mengenai ular, atau mitos, seperti ular takut dengan garam,” kata Putri.

Terpisah, Staf Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan, Gia Yosep Gunawan mengapresiasi acara tersebut. Menurutnya, acara-acara UKM yang out the box harus sering dilakukan dan diperkaya kontennya. “Saya apresiasi ide acara dan pelaksanaannya. Teruslah berfikir kreatif karena yang istimewa itu berasal dari yang kreatif,” tandas Gia.

Comments are closed.