Jadi Guru atau Guru Jadi, Apa Sih Bedanya?

Semua orang bisa jadi Guru tetapi hanya beberapa diantaranya yang merupakan Guru Jadi. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) kata Jadi dapat dimaknai sebagai “berhasil”. Guru jadi berarti guru yang berkompeten dalam melaksanakan pendidikan.

Docendo Discimus sebuah ungkapan latin yang artinya kita belajar dari mengajar. Kalimat tersebut, bisa kita jadikan sebagai pedoman dalam melaksanakan pendidikan. Fokus Saat ini Bukan Bagaimana Jadi Guru tetapi bagaimana Mencetak Guru Jadi. Bukan juga berfokus  belajar untuk mengajar, tetapi belajar dari mengajar. Mengajar adalah upaya mengarahkan anak didik menjadi generasi yang mampu bersaing dan memiliki moral yang baik, seorang Guru yang Berhasil hendaknya memiliki perilaku yang baik, yang mampu menjadi teladan yang patut diikuti oleh siswa. Guru berhasil adalah guru yang selalu belajar dari proses pengajarannya.

Guru adalah pelukis masa depan, jika kita mengutip perkataan Ali bin Abi Tholib, “Didiklah dan persiapkanlah anak-anakmu untuk suatu zaman yang bukan zamanmu, sebab mereka akan hidup pada suatu zaman yang bukan zamanmu.” lalu bagaimana fokus dan tantangan Guru era sekarang?

Saat ini kita berada pada era revolusi industri 4.0, pendidikan di Indonesia saat ini idealnya tidak lagi berbicara mengenai permasalahan klasik yang meliputi pemerataan, sarana pendidikan dan akses pendidikan, mari kita berbicara konteks kualitas lulusan yang mampu bersaing sesuai tuntutan yang ada. Guru tentu di tantang untuk mampu beradaptasi juga dengan zaman, jangan sampai siswanya sudah berada pada era revolusi industri 4.0 sementara, gurunya masih bergelut pada era 3.0. Jika seperti ini maka pelaksanaan pendidikan di sekolah akan terhambat. Guru era sekarang mendidik generasi-generasi milenial pola-pola pembelajaran yang monoton sudah selayaknya ditinggalkan, karena generasi milenial lazimnya cepat jenuh dan menyukai kegiatan yang dinamis.

Dalam konteks saat ini, Guru Jadi (berhasil) berarti juga Guru Milenial. Artinya Guru yang mampu membawa siswa-siswi generasi milenial antusias terhadap pembelajaran. Antusiasme belajar ialah sesuatu yang perlu diperhatikan dalam kelas, siswa bisa saja hadir di dalam kelas, tapi ia sebenarnya tak mempelajari apa pun, atau mungkin ia belajar, tapi yang ia pelajari semata-mata memang harus dipelajari karena dibebankan kepadanya. Murni rutinitas. Tidak ada inovasi dan kreativitas. Pikirannya berbagai hafalan, tapi tidak pernah mendapatkan life skill yang membuat hari-harinya selama di sekolah bergairah.

Guru sejatinya menjadikan sebuah pengajaran adalah kegiatan yang dinamis, menjadikan sebuah pengajaran sebagai sarana pengembangan minat dan bakat siswa sehingga guru bisa menumbuhkan kepercayaan diri peserta didik untuk terus berkembang. Seperti yang dijelaskan dalam paragraf sebelumnya, Guru Jadi adalah Guru yang Berhasil, artinya Guru yang memang menjadikan pengembangan pendidikan sebagai cita-cita dan Gaya Hidupnya, bukan semata-mata jadi Guru sebagai sebuah pekerjaan. Selamat Hari Guru, Sang Pelukis Indahnya Masa Depan.

Comments are closed.